Teknologi AI Google Akan Digunakan Pentagon Untuk Mendukung Program Pemerintah

Teknologi AI Google Akan Digunakan Pentagon Untuk Mendukung Program Pemerintah

Google semakin memperluas pengaruhnya di sektor pertahanan Amerika Serikat.

Teknologi AI Google resmi diadopsi oleh Pentagon untuk mendukung berbagai program pemerintah, yang menandai kolaborasi strategis antara raksasa teknologi dan militer AS.

Pengumuman itu telah disambut dengan antusiasme sekaligus perdebatan etis di kalangan pakar teknologi.

Menurut pernyataan resmi dari Google Cloud, integrasi AI Google akan difokuskan pada analisis data canggih, pemrosesan intelijen, dan optimalisasi logistik militer.

Model AI seperti Gemini dan Vertex AI akan diterapkan untuk mempercepat pengambilan keputusan di medan perang, termasuk deteksi ancaman real-time serta simulasi strategi pertahanan.

“Kolaborasi itu memanfaatkan keunggulan Google dalam machine learning untuk memperkuat keamanan nasional,” ujar juru bicara Google dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/4/2026).

Pentagon, melalui Kantor Pengadaan Pertahanan (DLA), telah menandatangani kontrak senilai miliaran dolar dengan Google.

Program tersebut melanjutkan inisiatif sebelumnya seperti Project Maven pada 2018, di mana Google sempat mundur karena protes karyawan.

Kini, dengan regulasi baru dari pemerintahan Biden-Harris, Google kembali terlibat penuh.

Teknologi AI Google akan diintegrasikan ke sistem Command and Control (C2), sehingga memungkinkan analisis big data dari satelit maupun drone dalam hitungan detik.

Para analis memprediksi dampak signifikan terhadap efisiensi operasional.

Sebuah laporan dari think tank RAND Corporation menyebutkan bahwa AI Google dapat mengurangi waktu respons intelijen hingga 40%.

Namun, kritik muncul dari organisasi hak asasi seperti Amnesty International, yang khawatir atas potensi penyalahgunaan AI dalam operasi militer.

Di Indonesia, kolaborasi ini juga menarik perhatian Kementerian Pertahanan.

Pakar keamanan siber UI, Dr. Andi Wijaya, menyatakan, “Adopsi AI Google oleh Pentagon bisa jadi model bagi ASEAN dalam modernisasi pertahanan.” sementara itu, saham Google (Alphabet Inc.) melonjak 3% di Nasdaq pasca-pengumuman.

Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mitra regional Google.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, teknologi serupa mulai diuji untuk program keamanan siber nasional.

Kendati demikian, lewat kemampuan AI Google yang terus berkembang, Pentagon berharap bisa mencapai superioritas teknologi pada 2030.

Theme: Overlay by Kaira